BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang Masalah
Pendidikan adalah salah
satu hal dalam pendidikan. Seorang
pendidik, guru atau dosen, Pembelajaran yang berhasil dan menarik membutuhkan
suatu model
perkembangan yang baik dan
sesuai. Tanpa adanya kesesuaian antara model pendidikan dengan pembelajaran, maka proses
pembelajaran itupun akan terhambat. Oleh karena itu, perkembangan kejiwaan dalam
meningkatkan pembelajaran haruslah diperhatikan dengan melakukan dasar perkembangan
kejiwaan manusia.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang
dirumuskan adalah
a. Bagaimana
perkembangan pendidikan saat ini?
b. Beberapa tinjauan dalam pendidikan?
c. Bagaimana cara dalam meningkatkan pendidikan
di Indonesia
1.3. Tujuan
a. Untuk
mengetahui bagaimana perkembangan pendidikan pada saat ini
b. Untuk
mengetahui hubungan antara aspek
psikologis dengan aspek sosiologis
c. Untuk
mengetahui perkembangan pendidikan dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia
BAB
II
PEMBAHASAN
BEBERAPA TINJAUAN PENDIDIKAN
1.
TINJAUAN
DARI ASPEK PSIKOLOGIS
A. Hukum-hukum Dasar Perkembangan
Kejiwaan Manusia
Anak
manusia sejak terjadinya konsepsi terus berkembang dan tumbuh, atau mengalami
perkembangan, sampai mati. Pertumbuhan dan perkembangan anak manusia itu
bersifat jasmaniah dan rokhaniah, yang berlangsung secara teratur dan terarah
menuju kedewasaan. Kemajuan pertumbuhan dan perkembangan itu di tandai dengan
meningkatnya kemampuan yang semakin bertambah sukar dan kompleks.
Tugas
pendidikan yang pertama member bimbingan agar pertumbuhan dan perkembangan anak
dapat berlangsung secara wajar dan optimal. Agar tindakan pendidikan yang
dilaksanakan dapat berhasil guna, maka pendidik harus mempunyai pengetahuan
tentang hokum dasar perkembangan kejiwaan manusia yang terdiri dari :
a.
Factor
keturunan = heriditas
H.C. Witherington
sebagai tokoh dari ilmu jiwa mengatakan bahwa heriditas adalah proses penurunan
sifat-sifat atau cirri-ciri tertentu dari satu generasi lain dengan perantaraan
cel benih. Pada dasarnya ini berarti bahwa struktur tubuh yang diturunkan.
Sehingga apa yang diturunkan orang tua kepada anak-anaknya berdasar kepada
perpaduan gene-gene, yang pada umumnya hanya meliputi ruang lingkup sifat atau
cirri-ciri struktur individu dan kemungkinan sangat kecil bisa menerobos kepada sifat atau ciri orang tua yang
diperoleh dari pengalaman atau hasil belajar dengan lingkungan. Karena itu
cirri atau sifat yang diturunkan
cenderung kepada pola-pola yang bersifat permanen. Para ahli ilmu jiwa lebih
menekankan pentingnya penggunaan secara berdaya guna pengalaman social dan
educational, agar seorang dapat tumbuh secara sehat dan dapat melaksanakan
penyesuaian hidup dengan baik.
b.
Factor
Lingkungan
= invironment
Lingkungan
yang dihadapi anak pada pokoknya dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Lingkungan
dalam
Berupa
cairan-cairan yang meresap kedalam tubuh manusia, cairan yang berasal dari
makanan dan minuman, yang dapat menimbulkan cairan pada jaringan tubuh, yang
memungkinkan individu merasa lapar, haus, sakit, dan lain-lainnya.
2. Lingkungan
fisik
Lingkungan
sekitar anak yang terdiri dari bukan manusia melainkan tumbuh-tumbuhan, hewan,
keadaan makanan dan lain-lainnya.
3. Lingkungan
social
Meliputi
bentuk hubungan, sikap, dan tingkah laku antar manusia dan hubungannya antar
manusia dan manusia sekitar anak.
4. Lingkungan
budaya
Dapat
berwujud bahasa, karya seni, adat istiadat, ilmu pengetahuan, norma-norma dan
lain-lainnya.
5. Lingkungan
spiritual
Berupa
agama, kayakian dan ide-ide yang muncul dalam masyarakat sekitar anak.
Langeveld membagi lingkungan menjadi dua : persoonlijk dan zaakelijk, sedangkan
Ki Hajar Dewantara membagi lingkungan menjadi tiga : keluarga, sekolah dan
masyarakat.
c. Factor Diri = Self
Faktor
ini sering diabaikan dalam memahami perkembangan anak.
1) Faktor
self atau faktor kehidupan kejiwaan seseorang terdiri dari persaan, usaha,
pmikiran, pemandangan, penilaian, keyakinan, sikap, anggapan yang semuanya itu
akan berpengaruh dalam tindakan sehari-hari.
2) Tiap
anak mempunyai kecerdasan yang berbeda
Setiap
anak mempunyai angka kecerdasan yang berbeda-beda dan dapat diklasifikasikan dalam
beberapa golongan mulai dari yang termasuk kategori yang idiot ( IQ 49 kebawah)
dan sampai yang termasuk kategori Genius dengan IQ 140 keatas. Anak Idiot akan
menjadi beban orang lain dan biasanya tidak beumur panjang.
Golongan
Genius kemampuan berfikir dan pengalamannya pada tingkat tinggi, karenanya
mampu melaksanakan kegiatan yang kreatif dan inventif. Ternyata dari hasil
penelitian anak yang berbakat mempunyai kondisi fisik lebih baik, lebih kuat
dan lebih sehat dari anak yang normal.
3) Tiap
tahap perkembangan mempunyai cirri tertentu
Kemampuan
anak berkembang mengikuti oertumbuhannya dan merupakan cirri perkembangan
kejiwaannya. Sehingga dapat kita bedakan cirri-ciri pertumbuhan anak keatas :
a) Ciri
pertumbuhan anak TK
Gambaran
umumtentang pertumbuhan kejiwaan anak TK antara lain :
1. Kemampuan
melayani kebutuhan fisik secara sederhana telah mulai berubah
2. Mulai
mengenal kehidupan social dan pola social yang berlaku dan yang
dimanifestasikan
3. Menyadari
dirinya berbeda dengan anak lain yang mempunyai keinginan dan perasaan tertentu
4. Masih
tergantung pada orang lain dan memerlukan perlindungan orang lain
5. Belum
dapat membedakan antara yang nyata dan khaya
b) Ciri
perkembangan kejiwaan anak SD
Apabila pertumbuhan masa TK sudah
dijalani secara wajar, maka akan segera diperlihatkan oleh anak-anak gambaran
cirri-ciri pertumbuhan kejiwaan anak SD, antara lain:
1. Pertumbuhan
fisik dan motorik maju pesat
2. Kehidupan
sosialnya diperkaya dengan kemampuan bekerjasama dan bersaing dalam kehidupan
kelompok
3. Kemampuan
berfikirnya masih dalam tingkat perseptional
4. Mempunyai
kemampuan memahami sebab akibat
5. Dalam
kegiatan-kegiatannya belum membedakan jenis kelamin, dan dasar yang digunakan
adanya kemampuan dan pengalaman yang sama
c) Cirri
pertumbuhan kejiwaan anak SMTP
Pada akhir SD sudah mulai tampak
cirri-ciri pertumbuhan kajiwaan anak SMTP, yang makin lama semakin jelas.
Adapun cirri-ciri pertumbuhan kejiwaan anak sekolah menengah itu antara lain :
1. Mulai
mampu memahami hal-hal yang abstrak
2. Mampu
berkomunikasi piker dengan orang lain
3. Tumbuh
minat memahami diri sendiri dan diri orang lain
4. Tumbuh
pengertian tentang konsepsi norma dan moral
5. Mampu
membuat keputusan sendiri
d) Ciri-ciri
perkembanngan kejiwaan orang dewasa
Pada masa ini anak akan memperlihatkan
cirri-ciri perkembangan sebagai berikut :
1. Memiliki
kemantapan emosi
2. Kemampuan
menyesuaikan diri semakin mantap
3. Sanggup
memenuhi hak dan kewajiban kelompok sepenuhnya
4. Kreatifitas
mulai menurun, sesuai menurunnya fisik
5. Telah
mencapai internalitas perbuatan moral
B. Proses Pendidikan
Autoaktivitas
1. Motivasi
Manusia
adalah makhluk aktif. Aktifitas itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan
menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Paling ideal kalau pada tiap-tiap
idividu terdapat motivasi internal dalam mengikuti kegiatan pendidikan. Tetapi
karena motivasi internal belum pasti ada pada tiap individu, maka dalam proses
pendidikan perlu mengadakan motivasi eksternal. Dorongan untuk melakukan
sesuatu itu biasanya tidak ditentukan oleh motivasi tunggal, karena pada diri
seseorang terdapat bemacam-macam motivasi yang mendasari perbuatan seseorang
tersebut, begitu pula dalam mengikuti pendidikan ada bermacam-macam motivasi.
Biasanya tingkat motivasi seseorang dengan orang lain tidak sama, hal ini
terlihat pada beberapa hal antara lain :
·
Seberapa besarnya tenaga yang digunakan
dan dicurahkan untuk mencapai tujuan itu
·
Seberapa gigihnya dalam usaha mencapai
tujuan itu, meskipun banyak hambatan dan rintangan
2. Kebutuhan
manusia
Menurut Maslow, kebutuhan tertentu merupakan
dasar kebutuhan yang lain, dan harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum memenuhi
kebutuhan lain yang bermakna lebih tinggi.
Maslow memberikan urutan-urutan kebutuhan itu sebagai berikut :
a.
Kebutuhan fisiologi = physiological
needs
b.
Kebutuhan akan rasa aman = safety needs
c.
Kebutuhan mendapat kasih saying dan
memilki = needs for belong ing and love
d.
Kebutuhan memperoleh penghargaan dari
orang lain = needs for esteem
e.
Kebutuhan untuk aktualisasi diri = needs
for self actualization
f.
Kebutuhan untuk mengetahui dan mengerti
= needs to know and understand
g.
Kebutuhan esthetis = aesthetic needs
C. Pendidikan,
Pengajaran, Perubahan Tingkah Laku
Pendiddikan harus
berusaha agar proses itu berlangsung secara berdaya guna, dan berhasil guna. Pendidikan
yang berhasil harus mampu merubah tingkah laku yang meliputi bentuk kemampuan
yang digolongkan dalam tiga domain oleh Bloom dan kawan-kawan, yaitu :
1.
Cognitive domain = kognitif
Termasuk
kategori kemampuan kognitif antara lain :
a. Mengetahui
b. Mengetrapkan
c. Menganalisa
d. Mensintesa
e. Mengevaluasi
Kemampuan diatas sifatnya hirarcis artinya kemampuan
pertama harus dikuasai terlabih dahulu sebelum menguasai kemampuan diatasnya,
dan begitu seterusnya.
2.
Affective domain kemampuan afektif
Kemampuan
ini meliputi antara lain :
a. Menerima
b. Menanggapi
c. Menghargai
d. Membentuk
e. Berpribadi
3.
Psychomotor domain = kemampuan
psikomotor
a. Melempar
b. Melekuk
c. Berlari
d. Meloncat
Klasifikasi ini diadakan
dengan harapan dapat membantu pendidik untuk menentukan langkah yang harus
dilalui dalam proses belajar mengajar dengan memperhatikan :
·
Apa yang ingin dicapai
·
Bagaimana murid harus belajar
·
Materi apa yang berhasil guna
2.
TINJAUAN
DARI ASPEK SOSIOLOGIS
a. Pendidikan Sebagai Persiapan Untuk
Hidup di Masyarakat
Manusia adalah makhluk
social. Dengan demikian manusia itu senang hidup dimasyarakat merupakan manifestasi bakat social anak.
Salah satu dari sekian banyak tujuan pendidikan yang disebutkan oleh para ahli
adalah bahwa mendidik itu bertujuan membimbing anak agar kelak dapat hidup
serasi dengan masyarakat tempat hidupnya jadi yang penting disini adalah
membekali kemampuan kepada anak didik agar anak itu kelak dapat dengan mudah
menyesuaikan diri dengan masyarakat tempat hidupnya.
Mengapa hidup didalam masyarakat itu
tidak mudah?
Beberapa hal yang menjadi sebabnya :
1.
Bahwa didalam masyarakat terdapat tata
kehidupan yang beraneka ragam
2.
Bahwa kepentingan individu yang satu
tidak sama dengan kepentingan individu yang lain
3.
Bahwa masyarakat itu sendiri selalu
mengalami perkembangan-perkembangan
Didalam masyarakat memang terdapat
banyak tata kehidupan yang satu sama lain berbeda. Perhatikan norma-norma yang
terdapat didalam masyarakat :
a.
Ada norma moral
b.
Ada norma tradisional
Bergaul didalam
masyarakat memanglah sulit. Karena itu anak harus sudah dilatih untuk bergaul
semenjak anak masih kecil. Karena berhadapan dengan orang lain, mak anak harus
dilatih menghargai orang lain yang dihadapinya itu, didalam hal ini latihan
atau pendidikan tentang pengendalian diri tantang member reaksi secara
emosional yang baik tentang bagaimana caranya selalu menyenangkan orang yang
bergaul dengannya.
Masyarakat itu apapun
statusnya, cepat atau lambat pasti mengalami perubahan. Bahwa, masyarakat itu
selalu maju setapak demi setapak. Didalam menghadapi kemajuan atau
perubahan-perubahan ini anak harus disiapkan untuk selalu dapat mengikutinya
dengan baik. Sebab apabila tidak, frustasilah yang selalu akan dialami oleh
anak itu. Ini juga merupakan kewajiban pendidikan.
b. Pendidikan Membina Agen Pembangunan masyarakat
Tadi telah dikatakan
bahwa cepat atau lambat, masyarakat itu pasti berubah, bukan kearah kemunduran
tetapi kearah kemajuan. Jadi pembangunan hakikatnya adalah suatu usaha untuk
bergerak majunya masyarakat. Siapakah harus melaksanakan pembangunan itu? Tidak
lain adalah orang-orang yang hidup didalam masyarakat itu sendiri. Jika anggota
masyarakat itu sendiri tidak mau menjadi
agendari pada pembangunan masyarakatnnya, maka masyarakat itu akan statis.
Anggota masyarakat itu biasanya dapat
digolongkan menjadi dua, yaitu :
1.
Yang bersikap statis, yaitu yang selalu
ingin mempertahankan yang lama saja. Orang-orang semacam ini tidak mau melihat
adanya perubahan didalam masyarakat tempat hidupnya. Jika ada sesuatu yang
baru, selalu saj mereka ingin menolaknya, dengan seribu satu alas an.
Contohnya
masyarakat tradisional, Baduy, Samin
2.
Yang menghendaki adanya hal-hal yang
baru, yang maju. Mereka yang demikian adalah
mereka yang kreatif, dinamis.
Mereka ingin memajukan cara hidup, ingin kemakmuran dan kesejahteraan.
c. Pendidikan dan Kesadaran Kebangsaan
Indonesia
Negara Indonesia adalah
Negara yang terdiri dari daratan dan lautan. Daratan yang menjadi daerah Negara
Indonesia terdiri atas beribu-ribu pulau. Adalah dapat dimengerti bahwa bangsa
Indonesia itu selalu terdiri atas banyak suku-suku bangsa. Hal ini adalah karena jiwa persatuan, jiwa
kebangsaan yang, yang dalam, kesadara berbangsa yang dimiliki oleh kita bangsa
Indonesia.
Pendidikan
Indonesia, harus mengobarkan semangat kebangsaan, menanamkan kesadaran
kebangsaan kepada anak didiknya. Sebab apabila kesadaran ini tidak ditumbuhkan,
dipupuk dan dikembangkan pada anak didik atau generasi muda Indonesia, maka
akan terulang tragedy nasional yang amat memilukan, yaitu terpecahnya bangsa
Indonesia menjadi bagian yang kecil-kecil lagi yang berarti Negara republic Indonesia hancur
berkeping-keping.
d.
Pendidikan
dan Pelestarian Pancasila
Pancasila adalah dasar
dari pada Negara republic Indonesia. Dijadikannya pancasila sebagai dasr Negara
republic Indonesia ini bukanlah secara semena-mena. Melainkan mempunyai alas an
yang mendalam. Terutama mengingat bahwa pancasila itu merupakan pandanngan
hidup yang asli dari bumi Indonesia yang diwariskan oleh nenek moyang kita.
Maka pancasila itu merupakan jiwa, pribadi, dan pandangan hidup bangsa
Indonesia.
Sebagai pandanngan
hidup, pancasila itu harus ditanamkan kepada generasi muda. Sebagai jiwa dan
pribadi pancasila itu harus dikembangkan pada diri anak didik, generasi muda
Indonesia. Pancasila harus tetap dijaga kelestariannya. Pancasila harus terus
menerus menjadi pandangan hidup, jiwa dan pribadi bangsa Indonesia.
1.
Seperti telah diketahui , pelestarian
pancasila itu dapt dilaksanak lewat tiga jalur, yaitu :
a. Jalur
pendidikan
b. Jalur
media massa
c. Jalur
organisasi politik
2.
Jalur pendidikan itu meliputi :
a. Pendidikan
keluarga
b. Pendidikan
di sekolah
c. Pendidikan
dimasyarakat
Pancasila adalah jiwa bangsa Indonesia,
jiwa masyarakat Indonesia. Tetapi apabila tidak dijaga tidak dipelihara, mak
pasti akan terkena erosi. Dan jika tidak diusahakan pelestariannya terutama
lewat pendidikan, maka pancasila akan tenggelam, dilupakan oleh bangsa
Indonesia.
e. Pendidikan dan Kesejahteraan
Masyarakat
Dari pembukaan
undang-undang Dasar 1945 dapat diketahui bahwa Negara republic Indonesia ini
ingin mewujudkan masyarakat yang adil makmur sejahtera berdasarkan pancasila. Sehubungan
dengan ini, mak perlu dipersoalkan. Apakah pendidikan diindonesia ini juga da
kaitannya dengan terwujudnya masyarakat adil makmur sejahtera berdasarkan
pancasila itu?
Untuk menjawab pertanyaan itu,
perhatikan tujuan pendidikan Indonesia.
1.
Tujuan pendidikan di Indonesia
Pasal yang terdapat didalam batang tubuh
undang-undang Dasar 1945, yang mengatur tentang pendidikan adalah pasal 31.
Bunyi pasal itu adalah sebagai berikut :
Ayat
1 : setiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran
Ayat
2 : pemerintah berusaha menyelenggarakan suatu system pendidikan nasional yang
diatur dengan undang-undang.
Berdasarkan pasal ini, disusunlah sebuah
undang-undang organic yang mengatur pendidikan dan pengajaran diindonesia,
yaitu : undang-undang no. 4 tahun 1950 nomor 12 tahun 1954, yang disebut
undang-undang pendidikan dan pengajaran, disingkat UUPP.
2.
Pasal 3 dari pada UUPP itu menyebutkan
bahwa tujuan pendidikan dan pengajaran nasioanl Indonesia adalah membentuk
manusia social yang cakap dan warga Negara yang demokratis serta bertanggung
jawab tentang kesejahteraan masyarakatvdan tanah air.
Jika
diperhatiakan, jelas bahwa rumusan tujuan pendidikan itu terdiri atas dua
bagian, yaitu :
a. Tujuan
individual : membentuk manusia susila yang cakap
b. Tujuan
kemasyarakatan : membentuk warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab
tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air.
Bagian pertama
menyatakan bahwa yang ingindibentuk dengan pendidikan nasional Indonesia adalah manusia atau individu susila
yang cakap. Istilah manusia susila yang cakap, memang berlainan dengan istilah
manusia susila dan cakap. Dengan istilah manusia susila yang cakap dimaksudkan,
bahwa setiap manusia Indonesia harus mendapat pendidikan dan pengajaran,
sehingga setiap manusia Indonesia itu menjadi manusia yang susila, tetapinjuga
cakap. Jadi sifat-sifat susila dan cakap
itu harus dimilki oleh setiap individu, setiap orang Indonesia.
3.
Karena individu susila yang tidak cakap
, tidak akan dapat menjadikan sejahtera dan kemakmuuran bangsanya.individu yang
cakap tetapi tidak susila, dapat berbahaya bagi bangsanya, bagi masyarakatnya. Sebab kecakapan yang dimilki itu dapat
digunakn untuk menjalankan kejahatan terhadap bangsanya, terhadap
masyarakatnya, contohnya memeras, dan membantai. Jadi setiap warga Negara
Indonesia harus bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah
airnya.
4.
Dengan demikian setiap warga Negara
Indonesia harus :
·
Susila
·
Cakap
·
Demokratis
·
Bertanggung jawab kesejahteraan
masyarakat dan tanah airnya
Dari penjelasan diatas
dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan sangatlah berkaitan dengan
kesejahteraan masyarakat.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pendidikan adalah suatu bimbingan yang
berdampak pada perubahan tingkah laku dan cara berfikir. Dalam pendidikan ada
banyak hal-hal yang berpengaruh dan pendidikan mempunyai banyak arti. Salah
satunya psikologi bagi anak didik yang perlu untuk ditinjau dan dipelajari
lebih dalam.
B.
Saran
Semakin canggihya zaman, semakin
berkembang pula cara berfikir manusia. Pendidikan haruslah dapat dicapai oleh
semua kalangan. Sebagai seorang calon pendidik, kita haruslah dapat memahami
tentang kepribadian diri pada anak didik.
semoga bermafaat
BalasHapus