Minggu, 09 Februari 2014

Beberapa Tinjauan Pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah salah satu hal  dalam pendidikan. Seorang pendidik, guru atau dosen, Pembelajaran yang berhasil dan menarik membutuhkan suatu model perkembangan  yang baik dan sesuai. Tanpa adanya kesesuaian antara model pendidikan dengan pembelajaran, maka proses pembelajaran itupun akan terhambat. Oleh karena itu, perkembangan kejiwaan dalam meningkatkan pembelajaran haruslah diperhatikan dengan melakukan dasar perkembangan kejiwaan manusia.

1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang dirumuskan adalah
a. Bagaimana perkembangan pendidikan saat ini?
b. Beberapa tinjauan dalam pendidikan?
c. Bagaimana cara dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia

1.3. Tujuan
a. Untuk mengetahui bagaimana perkembangan pendidikan pada saat ini
b. Untuk mengetahui hubungan antara aspek psikologis dengan aspek sosiologis
c. Untuk mengetahui perkembangan pendidikan dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia



BAB II
PEMBAHASAN
BEBERAPA TINJAUAN PENDIDIKAN

1.        TINJAUAN DARI ASPEK PSIKOLOGIS
A.    Hukum-hukum Dasar Perkembangan Kejiwaan Manusia
Anak manusia sejak terjadinya konsepsi terus berkembang dan tumbuh, atau mengalami perkembangan, sampai mati. Pertumbuhan dan perkembangan anak manusia itu bersifat jasmaniah dan rokhaniah, yang berlangsung secara teratur dan terarah menuju kedewasaan. Kemajuan pertumbuhan dan perkembangan itu di tandai dengan meningkatnya kemampuan yang semakin bertambah sukar dan kompleks.
Tugas pendidikan yang pertama member bimbingan agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berlangsung secara wajar dan optimal. Agar tindakan pendidikan yang dilaksanakan dapat berhasil guna, maka pendidik harus mempunyai pengetahuan tentang hokum dasar perkembangan kejiwaan manusia yang terdiri dari :
a.      Factor keturunan = heriditas
H.C. Witherington sebagai tokoh dari ilmu jiwa mengatakan bahwa heriditas adalah proses penurunan sifat-sifat atau cirri-ciri tertentu dari satu generasi lain dengan perantaraan cel benih. Pada dasarnya ini berarti bahwa struktur tubuh yang diturunkan. Sehingga apa yang diturunkan orang tua kepada anak-anaknya berdasar kepada perpaduan gene-gene, yang pada umumnya hanya meliputi ruang lingkup sifat atau cirri-ciri struktur individu dan kemungkinan sangat kecil bisa menerobos  kepada sifat atau ciri orang tua yang diperoleh dari pengalaman atau hasil belajar dengan lingkungan. Karena itu cirri atau sifat  yang diturunkan cenderung kepada pola-pola yang bersifat permanen. Para ahli ilmu jiwa lebih menekankan pentingnya penggunaan secara berdaya guna pengalaman social dan educational, agar seorang dapat tumbuh secara sehat dan dapat melaksanakan penyesuaian hidup dengan baik.

b.      Factor  Lingkungan = invironment
Lingkungan yang dihadapi anak pada pokoknya dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1.      Lingkungan dalam
Berupa cairan-cairan yang meresap kedalam tubuh manusia, cairan yang berasal dari makanan dan minuman, yang dapat menimbulkan cairan pada jaringan tubuh, yang memungkinkan individu merasa lapar, haus, sakit, dan lain-lainnya.
2.      Lingkungan fisik
Lingkungan sekitar anak yang terdiri dari bukan manusia melainkan tumbuh-tumbuhan, hewan, keadaan makanan dan lain-lainnya.
3.      Lingkungan social
Meliputi bentuk hubungan, sikap, dan tingkah laku antar manusia dan hubungannya antar manusia dan manusia sekitar anak.
4.      Lingkungan budaya
Dapat berwujud bahasa, karya seni, adat istiadat, ilmu pengetahuan, norma-norma dan lain-lainnya.
5.      Lingkungan spiritual
Berupa agama, kayakian dan ide-ide yang muncul dalam masyarakat sekitar anak. Langeveld membagi lingkungan menjadi dua : persoonlijk dan zaakelijk, sedangkan Ki Hajar Dewantara membagi lingkungan menjadi tiga : keluarga, sekolah dan masyarakat.

c.       Factor Diri = Self
Faktor ini sering diabaikan dalam memahami perkembangan anak.
1)      Faktor self atau faktor kehidupan kejiwaan seseorang terdiri dari persaan, usaha, pmikiran, pemandangan, penilaian, keyakinan, sikap, anggapan yang semuanya itu akan berpengaruh dalam tindakan sehari-hari.
2)      Tiap anak mempunyai kecerdasan yang berbeda
Setiap anak mempunyai angka kecerdasan yang berbeda-beda dan dapat diklasifikasikan dalam beberapa golongan mulai dari yang termasuk kategori yang idiot ( IQ 49 kebawah) dan sampai yang termasuk kategori Genius dengan IQ 140 keatas. Anak Idiot akan menjadi beban orang lain dan biasanya tidak beumur panjang.
Golongan Genius kemampuan berfikir dan pengalamannya pada tingkat tinggi, karenanya mampu melaksanakan kegiatan yang kreatif dan inventif. Ternyata dari hasil penelitian anak yang berbakat mempunyai kondisi fisik lebih baik, lebih kuat dan lebih sehat dari anak yang normal.
3)      Tiap tahap perkembangan mempunyai cirri tertentu
Kemampuan anak berkembang mengikuti oertumbuhannya dan merupakan cirri perkembangan kejiwaannya. Sehingga dapat kita bedakan cirri-ciri pertumbuhan anak keatas :
a)      Ciri pertumbuhan anak TK
Gambaran umumtentang pertumbuhan kejiwaan anak TK antara lain :
1.      Kemampuan melayani kebutuhan fisik secara sederhana telah mulai berubah
2.      Mulai mengenal kehidupan social dan pola social yang berlaku dan yang dimanifestasikan
3.      Menyadari dirinya berbeda dengan anak lain yang mempunyai keinginan dan perasaan tertentu
4.      Masih tergantung pada orang lain dan memerlukan perlindungan orang lain
5.      Belum dapat membedakan antara yang nyata dan khaya

b)      Ciri perkembangan kejiwaan anak SD
Apabila pertumbuhan masa TK sudah dijalani secara wajar, maka akan segera diperlihatkan oleh anak-anak gambaran cirri-ciri pertumbuhan kejiwaan anak SD, antara lain:
1.      Pertumbuhan fisik dan motorik maju pesat
2.      Kehidupan sosialnya diperkaya dengan kemampuan bekerjasama dan bersaing dalam kehidupan kelompok
3.      Kemampuan berfikirnya masih dalam tingkat perseptional
4.      Mempunyai kemampuan memahami sebab akibat
5.      Dalam kegiatan-kegiatannya belum membedakan jenis kelamin, dan dasar yang digunakan adanya kemampuan dan pengalaman yang sama

c)      Cirri pertumbuhan kejiwaan anak SMTP
Pada akhir SD sudah mulai tampak cirri-ciri pertumbuhan kajiwaan anak SMTP, yang makin lama semakin jelas. Adapun cirri-ciri pertumbuhan kejiwaan anak sekolah menengah itu antara lain :
1.      Mulai mampu memahami hal-hal yang abstrak
2.      Mampu berkomunikasi piker dengan orang lain
3.      Tumbuh minat memahami diri sendiri dan diri orang lain
4.      Tumbuh pengertian tentang konsepsi norma dan moral
5.      Mampu membuat keputusan sendiri

d)     Ciri-ciri perkembanngan kejiwaan orang dewasa
Pada masa ini anak akan memperlihatkan cirri-ciri perkembangan sebagai berikut :
1.      Memiliki kemantapan emosi
2.      Kemampuan menyesuaikan diri semakin mantap
3.      Sanggup memenuhi hak dan kewajiban kelompok sepenuhnya
4.      Kreatifitas mulai menurun, sesuai menurunnya fisik
5.      Telah mencapai internalitas perbuatan moral

B. Proses Pendidikan Autoaktivitas
1.      Motivasi
Manusia adalah makhluk aktif. Aktifitas itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Paling ideal kalau pada tiap-tiap idividu terdapat motivasi internal dalam mengikuti kegiatan pendidikan. Tetapi karena motivasi internal belum pasti ada pada tiap individu, maka dalam proses pendidikan perlu mengadakan motivasi eksternal. Dorongan untuk melakukan sesuatu itu biasanya tidak ditentukan oleh motivasi tunggal, karena pada diri seseorang terdapat bemacam-macam motivasi yang mendasari perbuatan seseorang tersebut, begitu pula dalam mengikuti pendidikan ada bermacam-macam motivasi. Biasanya tingkat motivasi seseorang dengan orang lain tidak sama, hal ini terlihat pada beberapa hal antara lain :
·         Seberapa besarnya tenaga yang digunakan dan dicurahkan untuk mencapai tujuan itu
·         Seberapa gigihnya dalam usaha mencapai tujuan itu, meskipun banyak hambatan dan rintangan

2.      Kebutuhan manusia
Menurut Maslow, kebutuhan tertentu merupakan dasar kebutuhan yang lain, dan harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan lain yang bermakna lebih tinggi. Maslow memberikan urutan-urutan kebutuhan itu sebagai berikut :
a.       Kebutuhan fisiologi = physiological needs
b.      Kebutuhan akan rasa aman = safety needs
c.       Kebutuhan mendapat kasih saying dan memilki = needs for belong ing and love
d.      Kebutuhan memperoleh penghargaan dari orang lain = needs for esteem
e.       Kebutuhan untuk aktualisasi diri = needs for self actualization
f.       Kebutuhan untuk mengetahui dan mengerti = needs to know and understand
g.      Kebutuhan esthetis = aesthetic needs

C. Pendidikan, Pengajaran, Perubahan Tingkah Laku
Pendiddikan harus berusaha agar proses itu berlangsung secara berdaya guna, dan berhasil guna. Pendidikan yang berhasil harus mampu merubah tingkah laku yang meliputi bentuk kemampuan yang digolongkan dalam tiga domain oleh Bloom dan kawan-kawan, yaitu :
1.      Cognitive domain = kognitif
Termasuk kategori kemampuan kognitif antara lain :
a.       Mengetahui
b.      Mengetrapkan
c.       Menganalisa
d.      Mensintesa
e.       Mengevaluasi
Kemampuan diatas sifatnya hirarcis artinya kemampuan pertama harus dikuasai terlabih dahulu sebelum menguasai kemampuan diatasnya, dan begitu seterusnya.
2.      Affective domain kemampuan afektif
Kemampuan ini meliputi antara lain :
a.       Menerima
b.      Menanggapi
c.       Menghargai
d.      Membentuk
e.       Berpribadi

3.      Psychomotor domain = kemampuan psikomotor
a.       Melempar
b.      Melekuk
c.       Berlari
d.      Meloncat
Klasifikasi ini diadakan dengan harapan dapat membantu pendidik untuk menentukan langkah yang harus dilalui dalam proses belajar mengajar dengan memperhatikan :
·         Apa yang ingin dicapai
·         Bagaimana murid harus belajar
·         Materi apa yang berhasil guna

2.    TINJAUAN DARI ASPEK SOSIOLOGIS

a.      Pendidikan Sebagai Persiapan Untuk Hidup di Masyarakat
Manusia adalah makhluk social. Dengan demikian manusia itu senang hidup dimasyarakat  merupakan manifestasi bakat social anak. Salah satu dari sekian banyak tujuan pendidikan yang disebutkan oleh para ahli adalah bahwa mendidik itu bertujuan membimbing anak agar kelak dapat hidup serasi dengan masyarakat tempat hidupnya jadi yang penting disini adalah membekali kemampuan kepada anak didik agar anak itu kelak dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan masyarakat tempat hidupnya.
Mengapa hidup didalam masyarakat itu tidak mudah?
Beberapa hal yang menjadi sebabnya :
1.      Bahwa didalam masyarakat terdapat tata kehidupan yang beraneka ragam
2.      Bahwa kepentingan individu yang satu tidak sama dengan kepentingan individu yang lain
3.      Bahwa masyarakat itu sendiri selalu mengalami perkembangan-perkembangan
Didalam masyarakat memang terdapat banyak tata kehidupan yang satu sama lain berbeda. Perhatikan norma-norma yang terdapat didalam masyarakat :
a.       Ada norma moral
b.      Ada norma tradisional
Bergaul didalam masyarakat memanglah sulit. Karena itu anak harus sudah dilatih untuk bergaul semenjak anak masih kecil. Karena berhadapan dengan orang lain, mak anak harus dilatih menghargai orang lain yang dihadapinya itu, didalam hal ini latihan atau pendidikan tentang pengendalian diri tantang member reaksi secara emosional yang baik tentang bagaimana caranya selalu menyenangkan orang yang bergaul dengannya.
Masyarakat itu apapun statusnya, cepat atau lambat pasti mengalami perubahan. Bahwa, masyarakat itu selalu maju setapak demi setapak. Didalam menghadapi kemajuan atau perubahan-perubahan ini anak harus disiapkan untuk selalu dapat mengikutinya dengan baik. Sebab apabila tidak, frustasilah yang selalu akan dialami oleh anak itu. Ini juga merupakan kewajiban pendidikan.

b.       Pendidikan Membina Agen Pembangunan masyarakat
Tadi telah dikatakan bahwa cepat atau lambat, masyarakat itu pasti berubah, bukan kearah kemunduran tetapi kearah kemajuan. Jadi pembangunan hakikatnya adalah suatu usaha untuk bergerak majunya masyarakat. Siapakah harus melaksanakan pembangunan itu? Tidak lain adalah orang-orang yang hidup didalam masyarakat itu sendiri. Jika anggota masyarakat itu sendiri  tidak mau menjadi agendari pada pembangunan masyarakatnnya, maka masyarakat itu akan statis.
Anggota masyarakat itu biasanya dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1.      Yang bersikap statis, yaitu yang selalu ingin mempertahankan yang lama saja. Orang-orang semacam ini tidak mau melihat adanya perubahan didalam masyarakat tempat hidupnya. Jika ada sesuatu yang baru, selalu saj mereka ingin menolaknya, dengan seribu satu alas an.
Contohnya masyarakat tradisional, Baduy, Samin
2.      Yang menghendaki adanya hal-hal yang baru, yang maju. Mereka yang demikian adalah  mereka yang  kreatif, dinamis. Mereka ingin memajukan cara hidup, ingin kemakmuran dan kesejahteraan.

c.       Pendidikan dan Kesadaran Kebangsaan Indonesia
Negara Indonesia adalah Negara yang terdiri dari daratan dan lautan. Daratan yang menjadi daerah Negara Indonesia terdiri atas beribu-ribu pulau. Adalah dapat dimengerti bahwa bangsa Indonesia itu selalu terdiri atas banyak suku-suku bangsa.  Hal ini adalah karena jiwa persatuan, jiwa kebangsaan yang, yang dalam, kesadara berbangsa yang dimiliki oleh kita bangsa Indonesia.
Pendidikan Indonesia, harus mengobarkan semangat kebangsaan, menanamkan kesadaran kebangsaan kepada anak didiknya. Sebab apabila kesadaran ini tidak ditumbuhkan, dipupuk dan dikembangkan pada anak didik atau generasi muda Indonesia, maka akan terulang tragedy nasional yang amat memilukan, yaitu terpecahnya bangsa Indonesia menjadi bagian yang kecil-kecil lagi yang  berarti Negara republic Indonesia hancur berkeping-keping.
d.      Pendidikan dan Pelestarian Pancasila
Pancasila adalah dasar dari pada Negara republic Indonesia. Dijadikannya pancasila sebagai dasr Negara republic Indonesia ini bukanlah secara semena-mena. Melainkan mempunyai alas an yang mendalam. Terutama mengingat bahwa pancasila itu merupakan pandanngan hidup yang asli dari bumi Indonesia yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Maka pancasila itu merupakan jiwa, pribadi, dan pandangan hidup bangsa Indonesia.
Sebagai pandanngan hidup, pancasila itu harus ditanamkan kepada generasi muda. Sebagai jiwa dan pribadi pancasila itu harus dikembangkan pada diri anak didik, generasi muda Indonesia. Pancasila harus tetap dijaga kelestariannya. Pancasila harus terus menerus menjadi pandangan hidup, jiwa dan pribadi bangsa Indonesia.
1.      Seperti telah diketahui , pelestarian pancasila itu dapt dilaksanak lewat tiga jalur, yaitu :
a.       Jalur pendidikan
b.      Jalur media massa
c.       Jalur organisasi politik
2.      Jalur pendidikan itu meliputi :
a.       Pendidikan keluarga
b.      Pendidikan di sekolah
c.       Pendidikan dimasyarakat
Pancasila adalah jiwa bangsa Indonesia, jiwa masyarakat Indonesia. Tetapi apabila tidak dijaga tidak dipelihara, mak pasti akan terkena erosi. Dan jika tidak diusahakan pelestariannya terutama lewat pendidikan, maka pancasila akan tenggelam, dilupakan oleh bangsa Indonesia.

e.       Pendidikan dan Kesejahteraan Masyarakat
Dari pembukaan undang-undang Dasar 1945 dapat diketahui bahwa Negara republic Indonesia ini ingin mewujudkan masyarakat yang adil makmur sejahtera berdasarkan pancasila. Sehubungan dengan ini, mak perlu dipersoalkan. Apakah pendidikan diindonesia ini juga da kaitannya dengan terwujudnya masyarakat adil makmur sejahtera berdasarkan pancasila itu?
Untuk menjawab pertanyaan itu, perhatikan tujuan pendidikan Indonesia.
1.      Tujuan pendidikan di Indonesia
Pasal yang terdapat didalam batang tubuh undang-undang Dasar 1945, yang mengatur tentang pendidikan adalah pasal 31. Bunyi pasal itu adalah sebagai berikut :
Ayat 1 : setiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran
Ayat 2 : pemerintah berusaha menyelenggarakan suatu system pendidikan nasional yang diatur   dengan undang-undang.  
Berdasarkan pasal ini, disusunlah sebuah undang-undang organic yang mengatur pendidikan dan pengajaran diindonesia, yaitu : undang-undang no. 4 tahun 1950 nomor 12 tahun 1954, yang disebut undang-undang pendidikan dan pengajaran, disingkat UUPP.
2.      Pasal 3 dari pada UUPP itu menyebutkan bahwa tujuan pendidikan dan pengajaran nasioanl Indonesia adalah membentuk manusia social yang cakap dan warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakatvdan tanah air.
Jika diperhatiakan, jelas bahwa rumusan tujuan pendidikan itu terdiri atas dua bagian, yaitu :
a.       Tujuan individual : membentuk manusia susila yang cakap
b.      Tujuan kemasyarakatan : membentuk warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air.
Bagian pertama menyatakan bahwa yang ingindibentuk dengan pendidikan nasional  Indonesia adalah manusia atau individu susila yang cakap. Istilah manusia susila yang cakap, memang berlainan dengan istilah manusia susila dan cakap. Dengan istilah manusia susila yang cakap dimaksudkan, bahwa setiap manusia Indonesia harus mendapat pendidikan dan pengajaran, sehingga setiap manusia Indonesia itu menjadi manusia yang susila, tetapinjuga cakap.  Jadi sifat-sifat susila dan cakap itu harus dimilki oleh setiap individu, setiap orang Indonesia.

3.      Karena individu susila yang tidak cakap , tidak akan dapat menjadikan sejahtera dan kemakmuuran bangsanya.individu yang cakap tetapi tidak susila, dapat berbahaya bagi bangsanya, bagi masyarakatnya.  Sebab kecakapan yang dimilki itu dapat digunakn untuk menjalankan kejahatan terhadap bangsanya, terhadap masyarakatnya, contohnya memeras, dan membantai. Jadi setiap warga Negara Indonesia harus bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah airnya.
4.      Dengan demikian setiap warga Negara Indonesia harus :
·         Susila
·         Cakap
·         Demokratis
·         Bertanggung jawab kesejahteraan masyarakat dan tanah airnya

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan sangatlah berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.























BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Pendidikan adalah suatu bimbingan yang berdampak pada perubahan tingkah laku dan cara berfikir. Dalam pendidikan ada banyak hal-hal yang berpengaruh dan pendidikan mempunyai banyak arti. Salah satunya psikologi bagi anak didik yang perlu untuk ditinjau dan dipelajari lebih dalam.

B.       Saran
Semakin canggihya zaman, semakin berkembang pula cara berfikir manusia. Pendidikan haruslah dapat dicapai oleh semua kalangan. Sebagai seorang calon pendidik, kita haruslah dapat memahami tentang kepribadian diri pada anak didik.