Jumat, 14 Maret 2014

TEORI DISIPLIN MENTAL

TEORI DISIPLIN MENTAL

A. Pengertian Teori Disiplin Mental
            Teori ini merupakan salah satu dari sekian banyak teori belajar yang muncul sebelum abad 20, sebagian referensi mengatakan teori ini ditemukan oleh Plato dan Aristoteles tetapi ada juga yang mengatakan teori ini sudah ada sejak zaman kuno. Disiplin mental juga dikenal dengan ungkapan disiplin formal. Gagasan utama dalam teori disiplin mental adalah pada otak (mind), yang diangankan sebagai benda nonfisik, yang terbaring tidak aktif (dorman) lalu ia dilatih. (Shermis, S.Samuel, n.y. How to disciipline your mind). Seperti halnya otot-otot fisik yang bisa kuat jika dilatih secara bertahap dan terus menerus serta dengan porsi yang memadai, maka otot-otot pikiran atau otak pun demikian halnya.
            Teori disiplin mental adalah teori yang lebih menekankan pada keterlibatan psikis, sedangkan fisik tidak terlalu berpengaruh. Dalam teori ini, belajar diartikan sebagai pengembangan dari kekuatan, kemampuan, dan potensi-potensi yang dimiliki setiap individu. Seperti kita ketahui, potensi itu terbagi menjadi dua bentuk. Yang pertama adalah potensi umum (7 carnidal : sehat,sosialisasi, ingin rasa aman, ingin dihargai dan cinta). Dan yang kedua adalah khusus (seni, olahraga, science, bahasa, sosial,dan lain-lain).

B. Tujuan Teori Disiplin Mental
Ø  Mengembang potensi-potensi yang dimiliki setiap individu.
Pengembangan potensi-potensi yang dimiliki setiap individu sangatlah penting, kita dapat mengetahui potensi-potensi yang dimiliki setiap individu dengan cara, yaitu :
·         Guru harus Kreatif (potensi siswa diasah dan dilatih)
·         Yakin bahwa semua individu memiliki potensi, bakat, dll (teori netivisme)
·         Jika guru tidak mampu mengembangkan potensi siswa khusus, maka guru harus mendekati potensi siswa yang umum.
Ø  Mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki setiap individu
Ø  Merubah prilaku kearah yang lebih berkualitas
Yaitu diartikan sebagai pemerkuat (strengthening), atau pendisiplinan kecakapan berpikir (otak) dan menghasilkan prilaku kecerdasan.

            Jadi Tujuan teori belajar adalah menciptakan mental individu yang kuat karena dengan mental yangkuat otomatis individu akan lebih menyerap ilmu yang telah diberikan tanpa ada rasa takut ataupun malu.

C.  Rumpun Teori Psikologi Belajar

            Ada beberapa teori yang termasuk rumpunan teori disiplin mental yaitu :
a.       Teori disiplin mental theistic
Teori disiplin mental theistic, berasal dari psikologi daya. Menurut teori ini individu atau anak mempunyai sejumlah daya mental seperti daya untuk mengamati,menganggap, mengingat, berfikir, memecahkan masalah dan sebagainya. Belajar merupakan proses melatih daya-daya tersebut. Jika daya tersebut terlatih maka dengan mudah dapat digunakan untuk menghadapi atau memecahkan berbagai masalah.
b.      Teori disiplin mental humanistic
Teori disiplin mental humanistic bersumber pada psikologi humanisme klasik dari Plato dan Aristoteles. Perbedaannya teori disiplin mental theistic, teori tersebut menekankan bagian-bagian atau aspek tertentu. Sedangkan teori disiplin mental humanistic lebih menekankan keseluruhan dan keutuhan. Pendidiknya menekankan pendidikan umum. Kalau seseorang menguasai hal-hal yang bersifat umum akan mudah ditransfer atau diaplikasikan pada hal lain yang bersifat khusus.
c.       Teori naturalisme atau natural unfoldment atau self actualization
Teori ini berpangkal dari psikologi naturalisme romantic dengan tokoh umunya Jean Jacques Rousseau. Sama dengan kedua teori sebelumnya, bahwa anak mempunyai sejumlah potensi atau kemampuan. Kelebihan dari teori ini adalah berasumsi bahwa individu bukan saja mempunyai potensi atau kemampuan-kemampuan untuk berbuat atau melakukan berbagai tugas, tetapi juga memiliki kemampuan dan kemauan untuk belajar, dan mengembangkan diri.
d.      Teori apersepsi
Teori ini disebut juga hibertisme, bersumber kepada psikologi structualismedengan tokoh utamanya Herbath. Menurut ahli ini, belajar adalah membentuk masa apersepsi. Anak mempunyai kemampuan mempelajari attau menguasai pengetahuan selanjutnya, semakin tinggi pula apersepsinya.

D. Implementasi Melalui Ilustrasi dan Simulasi dalam Pembelajaran
            Teori belajar disiplin mental menjadi dasar untuk disusunnya strategi dan model pembelajaran untuk diterapkan bagi siswa. Model pembelajaran yang dimaksud adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang menggunakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran dalam tutorial serta untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran (Triyanto, 2007: 1).
            Teori disiplin mental relevan apabila diterapkan dalam sistem pembelajaran, karena kriteria belajar bagi siswa adanya perubahan perilaku pada diri individu, perubahan perilaku yang terjadi hasil dari pengalaman, dan perubahan tersebut relatif menetap ( Suciati, 2005: 13). Berdasarkan kriteria tersebut tentu saja teori belajar disiplin mental dapat diterapkan sebagai media untuk menambah pengetahuan untuk perubahan perilaku individu secara menetap dan berdasarkan hasil pengalaman dalam proses belajar mengajar.
                       

DAFTAR PUSTAKA

Http://www.scribd.com/doc/ 46020358/Teori-Disiplin-Mental

1 komentar:

  1. Lucky Club Casino Site
    Lucky Club Casino is a high-quality online casino offering online gambling in all areas of the 카지노사이트luckclub world. It is owned by N.V. Global Limited (NVI),

    BalasHapus