TEORI DISIPLIN MENTAL
A. Pengertian Teori
Disiplin Mental
Teori ini merupakan salah satu dari
sekian banyak teori belajar yang muncul sebelum abad 20, sebagian referensi
mengatakan teori ini ditemukan oleh Plato dan Aristoteles tetapi ada juga yang
mengatakan teori ini sudah ada sejak zaman kuno. Disiplin mental juga dikenal
dengan ungkapan disiplin formal. Gagasan utama dalam teori disiplin mental
adalah pada otak (mind), yang
diangankan sebagai benda nonfisik, yang terbaring tidak aktif (dorman) lalu ia dilatih. (Shermis,
S.Samuel, n.y. How to disciipline your
mind). Seperti halnya otot-otot fisik yang bisa kuat jika dilatih secara
bertahap dan terus menerus serta dengan porsi yang memadai, maka otot-otot
pikiran atau otak pun demikian halnya.
Teori disiplin mental adalah teori yang lebih menekankan pada keterlibatan psikis, sedangkan fisik tidak terlalu berpengaruh. Dalam teori ini, belajar diartikan sebagai pengembangan dari kekuatan, kemampuan, dan potensi-potensi yang dimiliki setiap individu. Seperti kita ketahui, potensi itu terbagi menjadi dua bentuk. Yang pertama adalah potensi umum (7 carnidal : sehat,sosialisasi, ingin rasa aman, ingin dihargai dan cinta). Dan yang kedua adalah khusus (seni, olahraga, science, bahasa, sosial,dan lain-lain).
Teori disiplin mental adalah teori yang lebih menekankan pada keterlibatan psikis, sedangkan fisik tidak terlalu berpengaruh. Dalam teori ini, belajar diartikan sebagai pengembangan dari kekuatan, kemampuan, dan potensi-potensi yang dimiliki setiap individu. Seperti kita ketahui, potensi itu terbagi menjadi dua bentuk. Yang pertama adalah potensi umum (7 carnidal : sehat,sosialisasi, ingin rasa aman, ingin dihargai dan cinta). Dan yang kedua adalah khusus (seni, olahraga, science, bahasa, sosial,dan lain-lain).
B. Tujuan Teori
Disiplin Mental
Ø Mengembang
potensi-potensi yang dimiliki setiap individu.
Pengembangan potensi-potensi yang
dimiliki setiap individu sangatlah penting, kita dapat mengetahui
potensi-potensi yang dimiliki setiap individu dengan cara, yaitu :
·
Guru harus Kreatif
(potensi siswa diasah dan dilatih)
·
Yakin bahwa semua
individu memiliki potensi, bakat, dll (teori netivisme)
·
Jika guru tidak mampu
mengembangkan potensi siswa khusus, maka guru harus mendekati potensi siswa
yang umum.
Ø Mengembangkan
kemampuan-kemampuan yang dimiliki setiap individu
Ø Merubah
prilaku kearah yang lebih berkualitas
Yaitu
diartikan sebagai pemerkuat (strengthening),
atau pendisiplinan kecakapan berpikir (otak) dan menghasilkan prilaku kecerdasan.
Jadi Tujuan teori belajar adalah menciptakan mental
individu yang kuat karena dengan mental yangkuat otomatis individu akan lebih
menyerap ilmu yang telah diberikan tanpa ada rasa takut ataupun malu.
C. Rumpun Teori Psikologi Belajar
Ada beberapa teori yang termasuk rumpunan teori disiplin
mental yaitu :
a. Teori
disiplin mental theistic
Teori disiplin mental theistic, berasal
dari psikologi daya. Menurut teori ini individu atau anak mempunyai sejumlah
daya mental seperti daya untuk mengamati,menganggap, mengingat, berfikir,
memecahkan masalah dan sebagainya. Belajar merupakan proses melatih daya-daya
tersebut. Jika daya tersebut terlatih maka dengan mudah dapat digunakan untuk
menghadapi atau memecahkan berbagai masalah.
b. Teori
disiplin mental humanistic
Teori disiplin mental humanistic
bersumber pada psikologi humanisme klasik dari Plato dan Aristoteles.
Perbedaannya teori disiplin mental theistic, teori tersebut menekankan
bagian-bagian atau aspek tertentu. Sedangkan teori disiplin mental humanistic
lebih menekankan keseluruhan dan keutuhan. Pendidiknya menekankan pendidikan
umum. Kalau seseorang menguasai hal-hal yang bersifat umum akan mudah
ditransfer atau diaplikasikan pada hal lain yang bersifat khusus.
c. Teori
naturalisme atau natural unfoldment atau self actualization
Teori ini berpangkal dari psikologi
naturalisme romantic dengan tokoh umunya Jean Jacques Rousseau. Sama dengan
kedua teori sebelumnya, bahwa anak mempunyai sejumlah potensi atau kemampuan.
Kelebihan dari teori ini adalah berasumsi bahwa individu bukan saja mempunyai
potensi atau kemampuan-kemampuan untuk berbuat atau melakukan berbagai tugas,
tetapi juga memiliki kemampuan dan kemauan untuk belajar, dan mengembangkan
diri.
d. Teori
apersepsi
Teori ini disebut juga hibertisme, bersumber
kepada psikologi structualismedengan tokoh utamanya Herbath. Menurut ahli ini,
belajar adalah membentuk masa apersepsi. Anak mempunyai kemampuan mempelajari
attau menguasai pengetahuan selanjutnya, semakin tinggi pula apersepsinya.
D. Implementasi Melalui
Ilustrasi dan Simulasi dalam Pembelajaran
Teori belajar disiplin mental
menjadi dasar untuk disusunnya strategi dan model pembelajaran untuk diterapkan
bagi siswa. Model pembelajaran yang dimaksud adalah suatu perencanaan atau
suatu pola yang menggunakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran dalam
tutorial serta untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran (Triyanto,
2007: 1).
Teori disiplin mental relevan
apabila diterapkan dalam sistem pembelajaran, karena kriteria belajar bagi
siswa adanya perubahan perilaku pada diri individu, perubahan perilaku yang terjadi
hasil dari pengalaman, dan perubahan tersebut relatif menetap ( Suciati, 2005:
13). Berdasarkan kriteria tersebut tentu saja teori belajar disiplin mental
dapat diterapkan sebagai media untuk menambah pengetahuan untuk perubahan
perilaku individu secara menetap dan berdasarkan hasil pengalaman dalam proses
belajar mengajar.
DAFTAR
PUSTAKA
Http://www.scribd.com/doc/
46020358/Teori-Disiplin-Mental
Http://makalahmu.wordpress.com/2010/11/04/implementasi-teori-belajar-disiplin-
mental-dalam-pembelajaran-ips
mental-dalam-pembelajaran-ips
Lucky Club Casino Site
BalasHapusLucky Club Casino is a high-quality online casino offering online gambling in all areas of the 카지노사이트luckclub world. It is owned by N.V. Global Limited (NVI),